Pendidikan Karakter sebagai Pilar Pembentukan Generasi Berintegritas

 


Di era modern ini sedang marak-maraknya digitalisasi yang berdampak pada generasi muda, khususnya anak-anak. Paparan perkembangan teknologi menjadikan anak pasif dan jarang bersosialisasi dalam lingkungan keluarga hingga masyarakat. Anak zaman sekarang bahkan menjadi lebih fokus menghadap layar gadget dibandingkan bermain dengan teman sebaya hingga permainan tradisional ditinggalkan. Padahal dengan bermain bersama teman sebaya akan membantu anak meningkatkan kreativitas dan nilai sosialnya. Maka dari itu, peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan memantau anak terhadap alat digital. Sebab, penggunaan alat digital yang tidak tepat akan memberikan dampak negatif pada anak, khususnya akan mempengaruhi perkembangan karakter anak seperti watak dan kebiasaan. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi kunci penting di era digitalisasi saat ini (Kezia, 2021: 4).

Pendidikan karakter adalah usaha sadar untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai kebaikan dalam rangka memanusiakan manusia guna memperbaiki karakter dan melatik intelektual anak agar nantinya tercipta generasi yang berilmu, berakarakter dan berintegritas. Pendidikan karakter memiliki tiga fungsi utama, yakni pertama fungsi pembentukan dan pengembangan potensi. Pendidikan karakter membentuk dan mengembangkan potensi anak agar berpikiran dan berperilaku baik. Kedua, fungsi perbaikan dan penguatan di mana pendidikan karakter memperkuat peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat dan pemerintah untuk berpartisipasi dalam pengembangan karakter. Ketiga, fungsi penyaring guna memilah budaya bangsa sendiri dan bangsa lain yang tidak sesuai dengan karakter bangsa (Ma’rufah, 2022 : 23-24).

Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa ada 18 nilai karakter yang harus dikembangkan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan di Indonesia. Nilai-nilai karakter tersebut, antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan dan nasionalisme, cinta tanah air, komunikatif, menghargai prestasi, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab (Kusnoto, 2017 : 25-251). Sedangkan menurut Afni Ma’rufah dalam jurnal Implementasi Pendidikan Karakter dalam Digitalisasi Pendidikan (2022: ), menyatakan bahwa setidaknya ada lima elemen nilai karakter yang perlu digalakkan, antaranya: keagamaan, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

Pertama, nilai keagamaan. Keagamaan merupakan penanaman pendidikan karakter dalam dimensi teologis. Setiap tindakan dan perilaku individu atau kelompok harus diupayakan bersandar pada nilai-nilai ajaran agama serta prinsip ketuhanan. Kedua, nilai nasionalis. Penanaman karakter melalui nilai ini menjadi manifestasi cara bersikap yang menitikberatkan atas kebutuhan dan kepentingan bangsa dan negara, misalnya sikap toleransi atau cinta tanah air. Ketiga, nilai mandiri. Nilai karakter ini dimaknai sebagai perilaku individu yang tangguh serta tidak mengedepankan bantuan orang lain. Keempat, nilai gotong royong. Nilai karakter ini merupakan cerminan dari sikap saling kerjasama dalam menyelesaikan suatu persoalan. Kelima, nilai integritas. Integritas merupakan nilai karakter bersifat fundamental yang dimiliki individu untuk dapat menjadi manusia yang dapat dipercaya, berdedikasi dan berkomitmen (Ma’rufah, 2022 : 24-25).

Generasi muda di era digital menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan integritas mereka. Perkembangan teknologi dan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi perilaku yang kurang etis, seperti penyebaran berita hoaks, cyberbullying, serta kecenderungan untuk berpura-pura menjadi seseorang yang berbeda dari kenyataan. Pendidikan karakter yang mengajarkan pentingnya integritas harus diperluas hingga mencakup etika digital dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Pendidikan karakter di era digital perlu menanamkan pada generasi muda pentingnya menjaga identitas dan integritas pribadi, baik di dunia nyata maupun dunia maya (Kurniawan, 2020 : 49-50).

Maka dari itu, pendidikan karakter perlu diajarkan dan dikembangkan di era ini guna menjaga generasi muda yang berintegritas nantinya. Pendidikan karakter sebaiknya diajarkan secara sistematis dalam bentuk pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good dan acting the good. Pengetahuan tentang kebaikan (knowing the good) mudah diberikan karena bersifat kognitif. Setelah pengetahuan tentang kebaikan, maka perlu ditumbuhkannya perasaan senang dan cinta terhadap kebaikan yakni feeling the good. Kemudian, perasaan senang tadinya diharapkan dapat menjadi mesin penggerak sehingga seseorang secara suka rela melakukan perbuatan baik (acting the good). Penanaman model seperti itu akan dapat mengantarkan seseorang kepada kebiasaan berlaku baik (Baginda, 2018 : 10). Tetapi, peran orang juga menjadi bagian sangat penting yakni membimbing dan memantau anak dalam menggunakan gadget dengan memperkenalkan situs pendidikan melalui gadget seperti lagu-lagu islami, permainan pendidikan yang mengasah kemampuan kognitif atau video tata cara sholat. Selain itu, di lingkup sekolah guru berperan besar dalam menyampaikan pembelajaran menggunakan berbagai strategi untuk menanamkan nilai-nilai, norma dan kebiasaan baik ke dalam mata pelajaran yang diampu. Sedangkan, dalam lingkup masyarakat dapat menanamkan pendidikan karakter kepada generasi muda dengan mengajak gotong royong di masjid, sungai, lingkungan komplek atau lainnya. Sehingga, hal tersebut akan berdampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda di era digital saat ini (Putri, 2018 : 47-48).


Referensi:

Baginda, M. (2018). Nilai-nilai pendidikan berbasis karakter pada pendidikan dasar dan menengah. Jurnal Ilmiah Iqra'10(2).

Kezia, Priscila Natalia. Pentingnya Pendidikan Karakter pada Anak Sekolah Dasar di Era Digital. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2).

Kurniawan, A., & Prasetyo, Y. (2020). Pendidikan Karakter di Era Digital: Menumbuhkan Integritas di Kalangan Generasi Z. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 15(1).

Kusnoto, Yuver. Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(2).

Ma’rufah, Afni. (2022). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Digitalisasi Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1).

Putri, Dini P. (2018). Pendidikan Karakter pada Anak Sekolah Dasar di Era Digital. Ar-Riayah: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1).

Comments